Sejarah Desain Grafis di Dunia

Sejarah Desain Grafis di Dunia

Dengan cara etimologis kata “design” datang dari Bahasa Yunani “Graphein” yang bermakna menulis atau menggambar, serta datang dari kata “Designo” (bahasa Italia) yang berarti gambar (Jervis, 1984). Kata ini dikasih arti baru dalam bahasa Inggris di era ke-17, yang dipakai untuk membuat School of Desain tahun 1836. Arti baru itu dalam praktik sering semakna dalam kata craft (qq adiluhung), selanjutnya atas layanan Ruskin serta Morris, dua tokoh pergerakan anti industri di Inggris pada era ke-19, kata “design” dikasih berat untuk seni berketerampilan tinggi (art and craft)

Design grafis ialah satu bentuk komunikasi visual yang memakai teks serta atau gambar untuk sampaikan info atau pesan. Seni design grafis meliputi kekuatan kognitif serta ketrampilan termasuk juga tipografi, pemrosesan gambar, serta page layout.

Desainer grafis membenahi penampilan huruf serta ruangan formasi untuk membuat satu perancangan yang efisien serta komunikatif. Design grafis melingkupi semua bagian yang memerlukan penafsiran bahasa verbal jadi perancangan dengan cara visual pada teks serta gambar pada beberapa media publikasi buat sampaikan beberapa pesan pada komunikan seefektif kemungkinan.

Design grafis diaplikasikan dalam design komunikasi serta fine art. Seperti tipe komunikasi yang lain, design grafis bisa mengacu pada proses pengerjaan (mendesain) maupun produk yang dibuat (design/ perancangan). Design grafis sebelumnya diaplikasikan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, serta brosur. Untuk penambahan, searah dengan perubahan jaman, design grafis diaplikasikan dalam media elektronik – yang seringkali dikatakan sebagai “design interaktif” (interactive design), atau “design multimedia (multimedia design)”.

Design Grafis adalah satu bentuk seni gambar (gambar) terapan yang memberi kebebasan pada si desainer (perancang) untuk pilih, membuat, atau mengendalikan komponen rupa seperti contoh, photo, tulisan, serta garis di atas satu permukaan dengan arah untuk dibuat serta didiskusikan untuk satu pesan. Gambar atau sinyal yang dipakai dapat berbentuk tipografi atau media yang lain seperti gambar atau photografi. Design grafis biasanya diaplikasikan di dunia advertensi, packaging, perfilman, dan sebagainya.

Arti Seni Grafis yakni seni gambar dalam dua dimensi biasanya meliputi beberapa bentuk pekerjaan, seperti menggambar, melukis, serta photografi. Dengan cara detil, lingkup barusan terbatas pada karya yang diciptakan atau karya seni yang dibikin untuk diperbanyak lewat proses bikin.

Sebelum arti design grafis terkenal, beberapa orang yang menekuni di dunia diagrama/ percetakan serta media mengenali arti layouter untuk orang yang bekerja menataletak huruf-huruf serta gambar pada bagian kertas bikin. Awalnya dikenal juga dengan tipesetter. Sesudah digunakannya tehnologi computer pribadi (personal computer/ PC) untuk bikin publikasi, di tahun 80-an kita mengenali arti desktop publishing (DTP). Arti ini mengacu pada kekuatan computer untuk memudahkan manusia membuat publikasi, mengendalikan tatanan letak serta bikin gambar serta teks. Desktop publishing ialah satu skema dimana terdiri dari beberapa elemen, yakni: computer pribadi, alat pembuat (printer), mesin pemindai (scanner) serta beberapa piranti lunak serta periferal yang lain yang memberikan dukungan. Serta dalam pemakaiannya tidak memerlukan ruangan serta personil yang banyak (dilaksanakan sendiri). Sekarang ini umum dikatakan sebagai skema computer grafis.

Sebagian orang menerjemahkan skema computer grafis sama juga dengan arti design grafis (graphic desain). Ini tercermin dalam beberapa pelatihan serta beberapa workshop memberikan merek “design grafis” pada praktik pemakaian AdobePhotoshop serta CorelDRAW. Tidak ada benar-benar penonjolan “pengetahuan design”. Ini sebetulnya salah.

Di atas diterangkan desktop publishing ialah satu skema piranti (alat) untuk membuahkan satu karya visual. Sedang design grafis ialah “pengetahuan” membuahkan karya visual yang baik serta berharga seni. Sekarang bertumbuh juga apa dikatakan sebagai seni digital (digital art) serta digital imaging (pencitraan digital). Kedua-duanya saling dibuat dengan tehnologi computer grafis.

Sebagian orang memandang arti design grafis mengacu pada bagian media bikin saja, seperti media massa, buku, poster serta publikasi tercetak yang lain. Tetapi, sekarang dengan timbulnya tehnologi internet, tehnologi penyuntingan video (video koreksi) serta dampak visual, design grafis ditingkatkan istilahnya jadi design komunikasi visual. Jadi, seorang yang membuat suatu situs situs dengan penampilan yang menarik ialah pekerjaan satu pekerjaan design grafis/ design visual. Tapi beberapa orang yang menekuni didalamnya, semakin senang memakai arti design situs. Demikian pula perihal dengan pekerjaan penyuntingan video, semakin senang dikatakan sebagai video editor.

Sekarang ada pula media-media bikin yang memakai arti baru untuk design visual, tatanan letak, artistik, penata artistik, artistik serta layout, rancang grafis (melihat tabloid KONTAN), grafis, design serta artistik, artistik-produksi, art & desain Ada pula yang memperbedakan pekerjaan tatanan letak serta design grafis. Majalah Tempomisalnya. Serta ada pula yang menantang mainstream, misalnya majalah MIX, serta Rumah, cuma memakai arti “produksi”, Tabloid Spice! memakai arti art. Sedang untuk media buku ada yang memakai layout sampul serta seting isi, penataletak, seting/ layout.

Buat media massa yang mempunyai manajemen yang benar-benar kompleks seumpama majalah TIME, spesial untuk mengatasi penampilan visual memerlukan beberapa orang yang semakin banyak dengan bagian kerja yang semakin detail. Majalah TIME dalam masthead memberikan kedudukan-jabatan seperti berikut: Art [pertama] dipisah dua jadi International Art Director serta Designer. Selanjutnya sisi Make up, Art Director, Picture Director. Lalu Art [kedua] dipisah jadi Deputy Art Director, Managing Art Director, Covers, Associates Art Directors, Assistant Art Directors, Designers, Maps serta Charts: Associate Graphics Director, Chief of Cartography.

Lihat majalah National Geographicterdapat tempat Art Director, lalu 2 orang Designer dalam barisan Editorial Dukungan. Lalu ada juga kedudukan Senior Desain Editor, serta Desain Editor.

Tentang banyak arti ini, beberapa desainer grafis cukup bingung memakainya. Mana yang semakin pas pengunaannya? Contohnya di antara Design Grafis atau Design Komunikasi Visual (DKV). Seandainya mengacu pada kongres Icograda (komune desainer grafis dunia) pada 2000 di Seoul, ada banyak catatan yang perlu tentang ketidaktahuan ini. Demikian Icograda: The termin ‘graphic design’ has been technologically undermind. A better termin is visual communication desain. Visualcomunication desain has become more and more a profession that integrityidioms and approaches of several disciplines in a multi-layered and in-depth visual competence. Boundaries between disciplines are becoming more fluid. Nevertheless designer neen to recognize professional limitations.