Sejarah Lahirnya Programmer

Sejarah lahirnya programmer

apakah itu IT PROGRAMER serta kerjaanya bagaimana

Programmer adalah Seorang yang memiliki ketrampilan di bagian computer, Programmer ialah seorang yang memiliki pekerjaan menulis serta membuat program-program memakai bahasa-bahasa pemrograman computer. Programmer adalah seorang atau sekumpulan orang yang sangat pakar di Bagian Computer. Programmer dapat juga disimpulkan untuk Seorang yang bisa membuat satu atau satu program dengan sangatlah baik serta teratur. Programmer membuat program di computer untuk memajukan perubahan tehnologi serta membuat dunia tehnologi bertambah lebih baik dari mulanya.

Pemahaman Programmer dengan cara komplet adalah Seorang yang lakukan tulisan serta perubahan script atau code dari sumber hingga bisa membuat satu program. Penyuntingan code sumber mencakup proses pengetesan, analisa, pembetulan kekeliruan, pengoptimasian algoritma, serta normalisasi code. Programmer menolong beberapa pemakai internet untuk semakin membuat internet ini bertambah lebih baik. Programmer seringkali membuat beberapa jenis software untuk dipasarkan atau dikasih ke satu kewenangan/perusahaan yang sedang memerlukan software itu. Seorang Programmer adalah seorang yang benar-benar cermat di kerjakan apa saja, Sebab bila seorang programmer tidak cermat karena itu bila ia membuat serta membuat satu program bisa menjadi program yang kurang bagus.

Programmer membuat satu program dari script-script, kode-kode serta dengan Bahasa-bahasa pemrograman. Bahasa Pemrograman sekarang telah ada beberapa jenis. Yakni Bahasa Pemrograman Java, Algoritma, C Plus, Visual Basic, Php, Perl, Python, Html, Cobol, Fortran Serta Bahasa Pemrograman Yang lain. Programmer membuat perintah-perintah bahasa pemrograman yang dapat disebut susah dengan benar-benar cermat untuk digerakkan di computer serta dipakai oleh beberapa orang.

Di Dunia ini banyak beberapa programmer-programmer yang populer serta naik daun hingga banyak orang yang mengenalinya, Beberapa Programmer itu salah satunya adalah :

John Backus, Seorang Programmer yang membuat serta meningkatkan bahasa pemrograman fortran.

Richard Brodie, Seorang Programmer yang disebut orang pertama membuat serta meningkatkan Microsoft Word.

Vinton Cerf, Seorang Programmer yang disebut orang paling punya pengaruh di internet. Ia membuat prosedur TCP/IP yang saat ini dipakai oleh beberapa ratus juta pemakai internet.

Alan Cooper, Seorang Programmer yang meningkatkan Bahasa Pemrograman Visual Basic.

Bjarne Stroustrup, Seorang Programmer yang membuat Bahasa Pemrograman C Plus.

Linus Torvalds, Programmer yang ini adalah Programmer yang sangat saya kagumi antara programmer yang populer yang lain. Linus Torvalds adalah programmer yang membuat Skema Operasi Linux. Skema Operasi Linux ini dapat disebut Skema Operasi yang terbanyak dipakai oleh beberapa programmer.

Brian Behlendorf, Programmer yang membuat Apache Http Server.

Masalah sebetulnya mengapa banyak programmer di dunia, dengan cara spesial di Indonesia tidak berhasil, sebab mereka mempunyai pemahaman yang keliru tentang bagaimana jalankan karier ini jadi satu usaha yang memberikan keuntungan serta memberi agunan hari esok yang baik. Saya akan menerangkan kalimat ini dengan memaparkan daftar kekeliruan-kesalahan yang dibikin oleh programmer yang memperdalam karier ini. 1. Dipandang terus-terusan belajar. Jika pertanyaan yang sama ini diberi pertanyaankan pada orang yang mempunyai karier di luar programmer, apa mereka menjadi sukses tak perlu terus belajar? Tidak ada satu orangpun dari background non-programmer yang akan mengatakan tidak. Faktanya, semua karier di dunia ini tuntut kesemua orang jika ingin sukses harus terus belajar serta belajar, namun ide pandangan belajar terus di golongan programmer ini, disikapi secara salah. Dimana letak kekeliruannya? Banyak programmer yang terjerat dalam proses belajar cuma konsentrasi di beberapa hal tehnikal, kode, script, SQL Pernyataan yang semakin hebat, secure, serta untuk bagus-bagusan semata-mata. Walau sebenarnya seni belajar programming yang paling baik ialah pahami semua faktor di usaha ini baik teknis atau non-tehnis. Di bawah ini segelintir beberapa hal yang harusnya didalami oleh seorang programmer sejati. Negosiasi, personal-relationship, tim-work, serta yang penting trustworthy (kepercayaaan).

Percayakah anda jika sekarang ini tidak ada satupun perusahaan di dunia ini yang bisa berkembang secara cepat tanpa ada pertolongan IT? Semua programmer saya percaya sepakat jika IT sekarang diperlukan oleh tiap perusahaan. Pertanyaan setelah itu, jika demikian mengapa ada banyak perusahaan yang sangsi memakai IT untuk pendukung buat perusahaan mereka? Serta kenapa demikian susah buat programmer untuk tawarkan jalan keluar IT buat perusahaan-perusahaan itu?

Jawabannya datang dari sang programmer tersebut. Bukti bicara, terdapat beberapa programmer yang tidak dapat dipercayai serta dipertahankan sebab mempunyai rutinitas jelek serta lari dari tanggung jawab atau kerjakan pekerjaan mereka separoh-separoh, money-oriented, dll. Pasti ada fakta buat konsumen kenapa mereka memburu-ngejar programmer, sebab software itu pada satu titik spesifik sudah jadi core sistem dari satu perusahaan. Saat core-system itu mandek sebab fakta bug serta kekeliruan programming, semua skema perusahaan itu jadi lumpuh. Ini yang dibuat fakta mengapa perusahaan demikian mengejar-uber sang programmer. Fakta yang berlangsung di dunia usaha waktu, banyak programmer yang kabur serta tinggalkan jejak yang susah dicari.

Ini pasti memunculkan trauma yang dalam di beberapa perusahaan-perusahaan yang memakai tenaga IT. Tak perlu jauh, hal sama ini berlangsung di perusahaan tempat saya kerja. Serta sekarang, saya dituntut untuk membuat kembali lagi keyakinan pada pada orang IT. Membuat aplikasi buat mereka, serta jamin seutuhnya jika aplikasi ini tetap akan berjalan, serta loyalitas saya pada company ini tidak beralih.

Tiap karier tuntut karieronalisme yang tinggi. Tidak ada satupun pekerja karieronal yang stop memikir serta menganalisasi hasil kerjanya. Hi Programmer, Don’t be stupid and Don’t be Idealistist!!.. Bila memang kita alami permasalahan, sebenarnya code itu tetap dapat disiasati. Tetap ada langkah lain untuk menangani permasalahan walau cara tersebut tidak efektif. Konsumen, ditambah lagi konsumen non-IT benar-benar belum pernah bikin pusing bahasa programming apakah yang kita pakai, sehebat apa IDE yang kita pakai, bahkan bisa saja tidak pusing benar-benar keamanan kode kita. Yang berada di pikiran mereka ialah input-nya semacam ini, diolah semacam ini, serta hasilnya diinginkan jadi semacam ini.

Programmer tetap memikir mereka dibuat budak. Ini opini yang sangat-sangat salah. Banyak programmer cuma pandai di code, serta begitu idealist dengan semua sejumlah fitur yang disiapkan tetapi tidak pandai dalam membicarakan Scope of Work serta kerja babak by babak. Walau sebenarnya, dalam penerapan satu software, tahap ini sangat penting diawalnya pembuatan project. Tahap ini harus dilaksanakan sebelum menulis code ”

Berharap dikenang, tidak semua feature yang saya terangkan di presentasi awal semuanya akan ditangani. Seperti iklan mobil, yang diperlihatkan ialah mobil dengan feature paling baik serta terlengkap tetapi dalam praktik penjualannya, dipisah dalam kelas-kelas standar sampai yang terlengkap. Isi dari kesepakatan kerja sama Software hanya feature standar dengan arah akhir aplikasi ini berperan seperti keinginan mereka di luar sejumlah fitur penambahan. Kesepakatan ini penting untuk diberi tanda tangan serta dibuat referensi dalam pembuatan project. Karena itu dari sini, kita bisa mulai menulis kode.

Seiring waktu berjalan, konsumen mulai pahami langkah kerja aplikasi serta mulai merasai faedahnya. Disini titik penting berlangsung, dimana konsumen mulai cerewet serta mulai minta sejumlah fitur yang lain. Karena itu Scope of Work, “come into effect”. Saya pasti tidak ingin kerjakan feature yang tidak disetujui dalam Scope of Work. Tempat saya jelas. Saya serta konsumen mempunyai kebutuhan yang lain, tetapi level tanggung jawab yang sama, arah yang sama serta posisi yang sama. Tidak ada fakta buat mereka untuk jadikan saya budak. Saat software itu usai, karena itu sejumlah fitur penambahan ini bisa menjadi pekerjaan penambahan dengan negosiasi harga penambahan. Sampai di titik ini, kasus closed.

Bayaran Sedikit . Sempat memikir hukum ekonomi dimana stol banyak, harga turun? Hal yang juga sama menerpa programmer. Membuat web-aplikasi sekarang ini, segampang orang membuat tusuk gigi. Ada beberapa puluh alat yang serba automatis, tinggal klak-klik ini itu serta websitepun jadilah. Tetapi taukah anda jika dari beberapa ratus alat yang gratis atau bayar yang berada di luar sana, tidak ada satupun yang mengurus penerapan untuk mekanisasi diskusi? Tentunya tidak ada sebab diskusi itu kepentingan non-tehnis yang tidak bisa dicodekan serta di-wizard-kan. Software bisa sama, aplikasi bisa open-source, tetapi diskusi tidak pernah gratis serta tidak pernah MURAH.

Ketahui ini baik-baik beberapa programmer,software jangan sampai dibuat produk sama dengan orang yang buka lapak di pasar Senen. Software harus dibuat Layanan (service). Karena itu, jual semua aplikasi software anda berbentuk service. Taukah anda apakah yang berlangsung saat software itu dibuat dipasarkan berbentuk produk? Menurut jasa web medan Simpel saja, sama dengan beberapa produk non-software yang lain, saat produk itu telah kuno, tidak berguna atau serta rusak, jalan salah satu ialah dibuang serta ditukar dengan produk baru yang masih tetap bagus serta berperan. Bila konsumen sedih dengan produk itu karena itu produk itu diganti yang lain. Dalam sudut pandang usaha, itu berarti anda kehilangan konsumen serta ini pasti benar-benar bikin rugi.

Tetapi, apakah yang berlangsung saat software yang kita bikin itu dipasarkan berbentuk layanan? Itu bermakna kita sedang berupaya tawarkan jalan keluar paling baik serta habis-habisan buat konsumen. Anda membuat konsumen senang dengan service kita. Tak perlu promo serta pasang billboard besar, sebab promo yang karakternya mulut ke mulut itu semakin lebih efisien dibanding iklan apa saja. Service kita yang baik sendirinya akan merambat ke konsumen baru yang lain. Kenikmatan konsumen jadi segalanya. Kembali pada pertanyaan, benarkah programmer dibayar sedikit? Jika dipasarkan jadi produk iya, tetapi jika dipasarkan jadi service, hmmm.. pendapatan tanpa ada batas.